PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN ISO 26000

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN ISO 26000

  • Jasa Sutama
Keywords: CRS, ISO 26000

Abstract

Standar ISO 26000 menekankan pentingnya hasil dan perbaikan kinerja tanggung jawad sosial. Standar ini dimaksudkan untuk berguna untuk semua jenis organisasi di sector privat, public,  dan  sosial  baik  besar  atau  kecil,  dan  apakah  beroperasi  di  Negara  maju  atau berkembang. Perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk antisipasi ISO 26000. Karena hanya perusahaan yang melaksanakan CSR berdasarkan ISO 26000 lah yang akan diterima dalam tata pergaulan bisnis.

 

Jadi kalau ingin terus berada dalam dunia bisnis, maka mempelajari apa isi ISO 26000 melalui pembacaan mandiri, diskusi, keikutsertaan dalam pelatihan merupakan suatu keharusan utama. Setelah hal-hal di atas dijalankan, perusahaan harus membuat analisis kesenjangan (gap analysis) antara praktik CSRnya sekarang dengan apa yang dikehendaki oleh ISO 26000. Kemudian, perencanaan sistematis mengenai bagaimana kesenjangan itu akan ditutup, berapa lama itu semua akan dilakukan, sumberdaya apa saja yang harus disediakan haruslah diketahui oleh perusahaan. Menyusul kemudian eksekusi penutupan kesenjangan itu.

 

Mesti hanya sebuah panduan, namun bukan berarti ISO 26000 ini bisa diabaikan begiti saja. Ada dua hal yang akan dihadapi perusahaan ketika mengabaikan ISO 26000 ini. Pertama, ketika dalam proses kerjasama dengan investor terutama dari luar negeri, yang akan mempertanyakan penerapan inisiatif corporate social responsibility (CSR) yang terkandung dalam prinsi dan core subject di ISO 26000. Kedua, dalam proses operasional perusahaan aka nada gangguan yang memhambat perkenbangan perusahaan jika tidak menerapkan ISO 26000

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2011-10-11